Minggu, 26 Oktober 2014

Leisure place-1

Shihlin Taiwan Street Snacks di PIK

Shihlin merupakan suatu tempat dimana banyak orang-orang yang berkunjung untuk membeli makanan street food ayamnya yang merupakan franchise dari taiwan. biasanya Shihlin yang ada di PIK ini pun pada hari biasa beroperasi dari jam 10 pagi atau tergantung dengan pasokan ayam dan bahan bakunya datang sampai dengan jam 9 malam. Pada hari weekend waktu tutup dari dari Shihlin pun berubah menjadi sedikit lebih malam, tergantung dengan banyaknya orderan dan jumlah stock yang tersedia dan waktu terlama tutup pun jam 1 malam.  Waktu paling ramai pun biasanya pada hari Jumat, Sabtu, Minggu. Kalau hari minggu biasanya lebih banyak pengunjung dari keluarga yang datang. Biasnya orang-orang datang ke Shihlin untuk makan, nongkrong, dan ngobrol-ngobrol.


Biasanya toko yang dikelola ini tutup pada hari hari libur besar yang memperingati hari raya besar agama. Untuk masalah lokasi yang dimilikinya hanya 1 ini dan berada di PIK. Alasan memilih lokasi di pik adalah karena pada umumnya anak muda, remaja, dan dewasa kalangan atas kalau mau pergi makan kebanyakan memilih daerah PIK. Selain itu PIK juga sudah terkenal dengan kompleks kuliner. Selain itu, lokasi di PIK ini mudah diakses dengan jalan tol dan bisa lebih cepat dan orang-orang lebih mudah mengaksesnya. Selain itu di daerah PIK ini juga banyak terdapat perumahan dan dekat dengan daerah lainnya seperti muara karang jadi bisa menjangkau konsumen.
Untuk menjamin kualitas dan konsistensi dari produk Shihlin maka berbagai alat seperti tusuk lidi, plastik, dan lain-lainnya pun diambil dari pusat dengan paket yang telah diambil.
Target pengunjung yang dituju adalah kalangan kelas atas karena dari segi harga pun untuk membeli makanan ayam street food ini berkisar 36.000. sehingga terkadang kalangan bawah akan mikir harga ayam ini tergolong mahal.  Selain itu kalangan bawah juga lebih profitable.
Pemilik pun berharap bahwa usaha Shihlin yang ada ini dapat menjadi pioner street food di Indoesia dengan unsur Taiwan. Kualitas pun di Shihlin Pik ini tetap dijaga seperti masalah minyak yang digunakan selalu diganti.


 



Keunggulan dari Shihlin adalah memiliki outlet yang banyak di beberapa mall, stelah itu kualitas makanan, kecepatan penyajian dari karyawan yang bekerja karena langsung order, dan variasi makanan. Pelayanan yang diberikan ke konsumen pun menjadi hal utama. Dari hal penyambutan tamu, penyajian makanan, kebersihan, dan hal-hal lainnya. Staff yang bekerja di Shihlin PIK ini ada 5 orang dengan sistem Shift.
Promosi pun dilakukan melalui Word of Mouth dan pemanfaatan media social seperti facebook untuk mempromosikan mengenai Shihlin dan produknya. Adapun fasilitas yang ditawarkan pun seperti musik, toilet, dan pemisahan ruangan smoking dan non smoking.

Menurut salah satu visitor yang bernama Karin, daya akses dari shihlin di Pik ini terbilang cukup mudah dijangakau karena dirinya bisa menggunakan tol. Varian produk yang ditawarkan oleh Shihlin Pik ini dirasa cocok dilidahnya. Dan tempat yang disediakan pun membuat dapat membuat pengunjung merasa nyaman karena dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet, ruangan ber AC, musik/ lagu yang diputar di ruangan, wifi, dan kamera CCTV pun juga dipasang untuk menjaman kenyamanan bagi para pengunjung. Tempatnya pun dirasa bersih bagi karin.
Lokasi PIK yang terbilang cukup strategis ini pun membuat Karin suka berkunjung  ke sini. Hal ini dikarenakan dirinya yang juga bisa mencoba berbagai makanan di tempat lain karena lokasi PIK sebagi pusat kuliner. Ketika sedang ingin nongkrong pun karin juga sempat mengunjungi Shihlin di PIK ini. Menurut dirinya tempatnya pun dirasa nyaman, bersih, dan pelayanan yang cepat tanggap.sehingga tak heran dirinya memilih Shihlin di Pik sebagai tempat untuk nongrong bersama temannya.

Berikut adalah Blueprint Shihlin di PIK :




Jumat, 24 Oktober 2014

Informan-11

Suka Jalan-Jalan

Ditta Merupakan salah seorang mahasiswi di Universitas Pelita Harapan. Dengan aktivitasnya yang cukup padat maka Ditta pun mengatakan bahwa dirinya memiliki waktu luang pada hari sabtu minggu. Dirinya mengaku bahwa pada hari-hari biasa pun ia memiliki waktu luang akan tetapi biasanya hanya dalam hitungan jam dan aktivitas yang dilakukan itu adalah menonton di rumah. Pada hari sabtu atau minggu pun aktivitas yang dilakukannya adalah jalan-jalan ke luar bareng teman atau keluarga. “jadi bisa refreshing, kan pergi sama orang-orang yang dekat,abis itu bisa sambil ngobrol-ngobrol, jalan-jalan bareng, kan jadi seru gitu. Jadi penat yang ada di hari hari bisa pun bisa ilang” Ungkapnya. Selain itu kegiatan lainnya adalah pergi ibadah, atau main musik (piano). “ngerasanya releks, aaa bisa melkukan sesuatu yang saya suka jadi bisa mengekspresikan diri saya ke dalam musik.” Terangnya.
Pada hari minggu, dirinya tidak hanya pergi untuk beribadah saja, hal yang dirinya juga lakukan adalah mengajar di sekolah minggu, membantu membimbing dan menemani mereka. Ketika pergi jalan-jalan maka kisaran budget yang mungkin di keluark oleh Ditta adalah 100-150 ribu karena butuh untuk biaya makan, dan terkadang membeli sesuatu dan biaya maksimalnya adalah 200 ribu. Temoat yang paling sering dirinya kunjungi adalah mall yang terletak tidak jauh dari rumahnya yang berada di Jakarta Barat. Alasana dirinya memilih Mall Central Park adalah karena ada sesuatu yang berbeda.” Ada tamannya di luar, suka jalan-jalan di situ, suka foto-foto kan jadi seneng.” Jelas Ditta. “karena saya suka suasananya ya,ngga tau kenapa suasananya itu kayak bagus, rindang, asri, trus juga kebetulan dari Jakarta Barat ngga terlalu jauh jadi ngga kena macet.” Terangnya.menurutnya taman di Central Park dapat merasakan kesenangan,  nyaman.
Selain sering jalan-jalan ke mall Ditta pun mengakui bahwa ia senang juga berjalan-jalan ke Ancol karena di sana bisa bermain sepeda.” Karena kan kalo pagi-pagi gitu kan adem, terus lingkungannya ancol menurut saya masih lumayan enak, pulangnya bisa naik sepeda kepantai kan, jaln-jalan dan bisa makan di sana juga.” Ucap Ditta.
Dirinya mengakui bahwa yang membuatnya tertarik untuk berkunjung ke suatu tempat adalah karena hiburannya.”hiburannya kalo misalnya mall, mungkin ngga belanjang tapi liat-liat barang barang y6ang unik atau ke toko-toko yang barangnya unik, saya suka ngeliat aja sih, ngabisin waktuaja mungkin dengan jalan-jalan.” Terangnya.
Tempat yang tidak suka dikunjungi adalah pasar karena panas dan bau. Pengalaman buruk yang pernah dirinya alami ketika mengajar anak-anak di wihara karena ada anak yang bandel kadang suka mukul atau ada juga yang penurut. Pengalaman menariknya adalah ada anak kecil sangat suka dengannya sehingga Ditta pun dibuatkan gambar oleh anak tersebut.
Faktor yang membuta dirinya ingin berkunjung ke suatu tempat adalah pergi ke tempat-tempat yang mudah dijangkau,misalnya restaurant. Dita pun lebih sering pergi berkuliner bersama keluarganya.”mall ada tamannya, trus bisa bersepeda. Nah. Komplit tu semua hobi saya masuk semua ke situ.” Terangnya. “saya pengen jalan-jalan ke Maldives soalnya bagus ya ngeliat pantainya gitu airnya biru, bisa bener-bener nyantai banget, duduk-duduk bersama orang-orang terdekat, pasti berasa nyaman, walaupun tempatnya hanya pulau.” Ucapnya.selain itu banyak lagi aktivitas yang dirinya bisa lakukan dipulau itu seperti bermain pasair, bermain sepeda, bermain air, foto-foto tempat yang bagus.
“ saya pengen ke Newzeland, ngeliatin gunung-gunungnya dan pemandangan lainnya. Saya seneng menjelajah-menjelajah gitu, travelling pun saja juga suka walaupun ngga terlalu sering cuma setiap tahun pasti ada pergi sama keluarga keluar negeri atau keluar kota.”Jelasnya. Aktivitas yang paling ia sukai ketika travelling adalah melihat pemandangan, dan bisanya Ditta suka mensearching tempat-tempat yang bagus sebelum berwisata. “ saya pengen liat sesuatu yang khas gitu dari negaranya gitu. Misalnya kayak di paris ada eiffel pasti mesti ke sana kan. Selain itu paling nyari makan-makanan khas sana, nyobain sesuatu yang baru dan ngga ada di Indo.”
Media sosial pun menjadi referensinya untuk mengunjungi suatu tempat karena dia bisa tahu suatu tempat ketika temannya mengupload sebuah foto. “kalo weekend  gitu paling biasanya ke mall gitu, makan,nonton, jalan-jalan sebentar. Tapi kalau holiday gitu kan misalnya dalam satu minggu tiap harinya itu bener-bener explore banget apa yang ada di negara itu dari pagi sampai malam. Sabtu minggu kan ngga yang bener-bener satu harian perginya. Kalo weekend yang penting keluar dari rumah, kadnag kan butuh suasana yang beda biar ngga bosen.” Terangnya .
Leisure time itu waktu luang yang bisa saya pakek buat hiburan dan melakukan suatu hal yang saya suka.” Menurunya kata yang paling cocok mewakili Leisure time itu adalah waktunya bersenang-senang karena menurutnya ketika memiliki waktu luang dirinya pun sudah terbebas dari dari berbagai aktivitas yang biasa di lakukan seperti belajar, sehingga waktu tersebut akan dimanfaatkannya untuk melakukan sesuatu yang dirinya sukai dan membuat dirinya happy. Aktivitas yang sagat berkesan bagi dirinya adalah jalan-jalan karena bisa melihat pemandangan, bisa berinteraksi dan bisa dekat dengan keluarga. Tujuannya menghabiskan waktu luang dengan kegiatan itu adalah membuat dirinya happy, dan makin dekat dengan orang-orang terdekatnya.
Ditta menginginkan suatu tempat yang bersih dan bebas dari sampah, pelayanan yang lebih ramah dari berbagai pihak terkait. Aktivitas yang sangat mewakili diri Ditta adalah jalan-jalan/ travelling. Yang dirinya dapatkan ketika melakukan aktvitas tersebut adalah pengalaman baru karena dapat bertemu dengan orang-orang baru, berinteraksi dengan orang-orang baru karena ketika bepergian Ditta pun suka untuk mempelajari sedikit bahasa orang-orang di sana. Ditta suka mengunjungi suatu negara yang kotanya artistik (bangunannya unik) dan orang-orangnya ramah. Aktivitas yang dirinya tidak sukai adalah berberes rumah karena terkadang dirinya merasa capek setelah pulang kuliah sehingga timbul rasa malas untuk melakukan aktivitas tersebut.